WELCOME

This is not profesional blog. Just share and learn together. For optimum display please use google chrome browser. Thanks for visiting
Tampilkan postingan dengan label PLC ARTICLE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLC ARTICLE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2015

Contoh Program PLC Sederhana Untuk Kontrol Mesin Mixer

Selamat siang semua, iseng2 nulis artikel blog lagi lah ya untuk mengusir rasa ngantuk hehehe......

Dalam artikel kali ini kita akan mencoba membuat program PLC untuk meng-kontrol mesin mixer, dengan menggunakan PLC Schneider M340. Tentu saja artikel ini ada kaitannya dengan artikel sebelumnya, yaitu http://teguhpati.blogspot.com/2015/04/cara-pembuatan-program-plc-schneider.html

Baik langsung saja, sebagai gambaran untuk membuat program control yang akan kita buat silahkan lihat gambar di bawah ini :

Pada gambar tersebut, misalkan kita mempunyai tanki pengolahan untuk produk industri, entah apa itu kimia atau produk minuman, atau apapun itu lah karena ini kan hanya misalnya hehehe......

Tanki tersebut terdiri dari 2 pompa supply, 1 buah mixer, 2 buah sensor level yang masing2 di gunakan sebagai High level dan Low level, 1 buah valve serta tombol emergency stop. Adapun filosofi controlnya adalah sbb :

1. Pompa 1 dan pompa 2 akan run secara bersamaan jika isi tanki berada di low level, dan akan stop jika isi tanki berada di high level
2. Saat isi tanki sudah berada di posisi high level dan pompa sudah stop maka mixer akan run beberapa second kemudian stop.
3. Sesaat setelah mixer stop maka valve akan membuka hingga isi tanki berada di low level kemudian  valve akan menutup. Begitu seterusnya cyclenya berulang ulang, 1 ke 3 dan berulang dari 3 ke 1 lagi.
4. Dan system control akan off kapanpun jika sewaktu waktu tombol emergency stop di tekan.


Selanjutnya adalah kita buka software pemogramanya (Unity Po XL ver.8) dan kita ikuti langkah2nya sebagai berikut
1. Buka software Unity dan buat new project
2. Tentukan CPU dan Racknya serta modul DI/ DO nya, jika sudah tampilannya akan seperti berikut


3. Langkah selanjutnya adalah mapping input outputnya, seperti kita tahu bahwa pada control tersebut kita membutuhkan 3 input dan 4 output.


4. Untuk memudahkan pembuatan program serta baca program di PLC nya, maka kita buat symbol table nya terlebih dahulu. Caranya adalah buka data editor dengan men-double klik Elementary Variable di software Unity


5. Langkah selanjutnya adalah membuat programnya, lihat gambar dibawah


Gambar zooming programnya ada dibawah ini



6. Kalau sudah, seperti biasa di build dulu sebelum di download ke PLC

7. Selanjutnya tinggal di force atau unforce untuk memainkannya di PLC simulatornya.

Demikian teman teman, semoga berguna, sampai ketemu di artikel selanjutnya. Salam share and learn together.....
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 09 April 2015

Cara Pembuatan Program PLC Schneider M340 Sederhana dengan Unity Pro XL

Halo, apa kabar semua? semoga baik2 saja ya. Dalam artikel kali ini saya akan berbagi pengetahuan PLC yaitu dengan menggunakan software dari Schneider Electric Unity Pro XL versi 8.
Artikel ini akan memuat pengetahuan yang sangat dasar sekali, oleh karenanya bagi yang sudah mengerti abaikan saja, namum bagi yang belum mengerti dan juga ingin mempelajari mari kita sama2 belajar.

Tentu saja hal pertama yang harus di persiapkan adalah software pemogramannya yaitu Unity Pro XL. Untuk menggunakan software nya langkah2 adalah sebagai berikut.

1. Pertama pada desktop PC kita buka icon Unity seperti pada gambar dibawah ini

2. Selanjutnya akan muncul jendela kerja sebagai berikut, klik file dan pilih new untuk membuat project baru

3. Pada new project kita pilih jenis PLC nya yaitu Modicon M340 dengan type CPU 340-10 Modbus. Dimana type CPU ini adalah type yang paling rendah untuk kelas M340. Di sini juga kita tentukan juga jenis rack (backplane), untuk artikel ini kita pilih yang 6 slot aja ya hehehe.....



4. Selanjutnya akan tampil seperti tampilan sebagai berikut

5. Klik PLC bus, dan double klik BMX P34 1000 maka akan tampil seperti berikut



6. CPS 2000 adalah power supply nya, untuk menggantinya pilih Supply di hardware catalog. Langkah selanjutnya adalah menambahkan modul DI di slot 1 dan modul DO di slot 2 dengan cara pilih Discrete di hardware catalog kemudian drag and drop modul DI/ DO nya dan letakkan ke slot backplane. Jika sudah, maka tampilannya akan seperti berikut


7. Langkah selanjutnya adalah membuat programnya. Caranya adalah : kembali ke project browser, lalu pilih Program--Task-MAST-Section


8. Pada Section, klik kanan kemudian pilih new section. Pada new section isikan nama programnya dan jenis bahasanya, misalnya Program 1 dan bahasanya LD. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut


9. Selanjutnya klik OK, maka akan muncul jendela pemograman sebagai berikut



10. Langkah selanjutnya kita buat program sederhana sebagai berikut :

11. Untuk mengetahui mapping pengalamatannya adalah sebagai berikut : double klik BMX DAI 1602, pilih IO object, check list %I seperti gambar berikut


12. Jika sudah klik Update Grid, maka akan muncul tampilan sebagai berikut :



13. Untuk mengetahui mapping output caranya hampir sama, klik BMX DAO 1602 lalu kemudian pada IO object check list %Q.


14. Langkah selanjutnya adalah mencoba program yang telah kita buat dengan cara di simulasikan. Tapi sebelumnya perlu untuk di built dulu, untuk memastikan apakah program yang kita buat ada error atau tidak. caranya adalah sebagai berikut :



15. Hasil setelah di built harusnya tidak ada error sama sekali, jika ada error coba langkah demi langkah di amati lagi dari pertama hingga akhir, apakah ada yang terlewat atau keselip.
Selanjutnya kita bisa mensimulasikan hasil program yang telah kita buat dengan cara sebagai berikut.


16. Selanjutnya klik Connect, kemudian Transfer project to PLC maka tampilannya akan sebagai berikut


17. kemudian RUN PLC nya dengan cara Klik RUN, Klik Ok untuk confirm RUN PLC, lebih jelasnya seperti gambar berikut :



18. Untuk mencoba menghidupkan output, Klik addres %I0.1.0--Klik Kanan--Force value--Force to 1
Dan hasilnya akan seperti gambar berikut :

19. Jika berhasil maka hasilnya akan terlihat seperti berikut :


20. Untuk memainkannya bisa di force ke 0 dengan cara yang sama yaitu klik kanan. Ataupun bisa menambahkan program lagi yang lebih banyak untuk latihan.

Demikian teman2 semua sedikit berbagi pengetahuan dari saya, mudah2an bermanfaat, dan jika teman2 berminat untuk mengembangkannya tinggal di gali lebih dalam lagi.

Dan apabila nanti ada waktu bisa di sambung dengan artikel lanjutan lagi ya dari saya heheheh......

Sampai jumpa di artikel selanjutnya, salam share and learn together....



»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 26 Januari 2015

Cara Komunikasi PLC Siemens S7 300 (CPU 315-2DP) dengan Inverter Danfoss (FC 300) menggunakan Kabel Profibus

1. Introduction
Dalam artikel kali ini akan di uraikan cara untuk mengkomunikasikan PLC Siemens S7 300 dengan Inverter Danfoss menggunakan kabel profibus sebagai media pertukaran datanya. Di sini anda di anggap sudah familiar dengan sistem simatic S7. Hanya dibutuhkan mengikuti langkah demi langkah agar supaya dapat membuat komunikasi FC 300 profibus dan PLC S7 315-2 DP.
Berikut adalah beberapa komponent atau software yang dibutuhkan :

  • FC 300 with PROFIBUS interface - sw version 2.xx
  • FC 300 GSD version 2.00
  • PLC S7-315-2 DP (6ES7 315-2AG10-0AB0 / V.2.0
  • SIMATIC Manager version 5.3 + SP1 atau yang lebih tinggi


  • Gambar dibawah menunjukkan sistem arsitektur dari artikel yang dimaksud. Pada jaringan profibus di stationnya di program dengan cara sebagai berikut :
    S7 PLC 315-2 DP: Address number 1.
    FC 300: Address number 5 PPO Type 2

    2. Konfigurasi profibus network
    • Start SIMATIC manager dan buat project baru
    • Buka hardware configuration di S7 manager


    Untuk mengkonfigurasi sistem Profibus, dibutuhkan tool configurasi berupa file GSD untuk setiap slave pada jaringan tersebut. 
    GSD file adalah Profibus DP "standar" file text yang berisi data yang diperlukan untuk membuat  komunikasi  pada slave. 
    Download GSD file yang dibutuhkan di : http://www.danfoss.com/BusinessAreas/
    DrivesSolutions


    • Langkah pertama dalam konfigurasi profibus master adalah mengimpor GSD file di configuration tool.
    • Gambar di samping menunjukkan  cara untuk menambahkan GSD file baru pada software Simatic manager. Untuk setiap seri Inverter biasanya GSD file hanya di impor sekali.
    • Pilih install GSD file








    • Pilih untuk install GSD file yang dibutuhkan (dalam hal ini kita pilih GSD file yg telah kita impor-FC 300)













    • Setelah di install selanjutnya  GSD file sudah dapat di akses di HW configurasi simatic manager seperti gambar di samping.
















    • Insert profibus network dan tambahkan PROFIBUS master system
    • Setting profibus network baud rate dari 9,6 Kbaud sampai 12 Mbaud
    • Pilih FC 300 di hardware catalog dan drag and drop ke PROFIBUS network.

    • Langkah selanjutnya adalah mengatur peripheral input dan output data melalui PPO type. Pada peripheral area, data di transmitkan secara periodik melalui PPO type. Contoh berikut PPO type 2 module consistent di drag and drop di slot pertama.
    • System sekarang di set up menggunakan PPO type 2 dengan peripheral I/O sebagai berikut :


    PQW berarti data dari master ke slave. Oleh PCA output data akan berisi permintaan untuk read atau write parameter.
    Dengan proses data dari word yang pertama pada control word dari FC 300 dan selanjutnya sebagai reference frekuensi. Sisanya dari data word tersebut dapat bebas di configurasi untuk mengirimkan jenis data yang berbeda ke FC 300 pada parameter PCD 915 write configuration.

    PIW berarti data dari slave ke master.  Oleh PCA input data akan berisi response untuk write dan read.
    Dengan proses data dari word yang pertama pada status word dari FC 300 dan selanjutnya sebagai main actual value. Sisanya dari data tersebut dapat bebas di configurasi untuk mengirimkan berbagai jenis data proses pada parameter PCD 916 read configuration. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut :

    Pada device specific parameter tersebut bisa di scrool down, untuk men set up PCD area. Ingat untuk memilih enable autoconfig, untuk configurasi data PCD secara otomatis.
    P 915/0 sampai P 915/9 untuk proses menulis data dari PLC ke FC 300 (PQW area).
    P 916/0 sampai P 916/9 untuk proses data dari FC 300 ke PLC (PIW area)

    • Channel parameter hanya dapat di akses sebagai consistent data dan sebagai SFC (System Function Call) yang dibutuhkan.
    • Pada simatic manager anda harus menggunakan SFC 14 untuk reading data dan SFC 15 untuk writing data

    • Selanjutnya posisikan PLC pada stop mode lalu download programnya.
    • Lalu perhatikan pada FC 300 akan menampilkan fieldbus fault ketika PLC pada posisi stop mode.
    • Sebelum PLC dapat di posisikan di run mode, pastikan parameter 918 sesuai dengan address yang berhubungan pada program.
    • Perhatikan bahwa perubahan parameter yang pertama akan aktif selanjutnya power up
    • Setelah program PLC di download, LED dengan tanda "NS" pada profibus card harus menyala dengan warna hijau ketika PLC di posisikan di run mode. Ini menandakan bahwa antara master dan slave telah berkomunikasi.
    • Led dengan tanda "MS" menunjukkan status modul yaitu acylical  komunikasi DPV 1 baik dari PROFIBUS master kelas 1 atau kelas 2
    • Ketika tetap menyala dengan warna hijau, DP V1 communication Profibus master kelas 1 dan kelas 2 aktif.
    • Jika led "NS" pada profibus card tidak menyala, penyebabnya bisa terjadi diantaranya karena Settingan address yang salah pada parameter 918 node address yang berhubungan dengan master. (Untuk keterangan lebih lengkap dan menyeluruh lihan instruction manual profibus FC 300)





    • Cara mudah untuk mengecheck komunikasi antara FC 300 dan PLC, anda dapat membuat VAT table di simatic manager.


    • Selanjutnya buka table VAT, dan masukkan variable PIW 256 dari 10 words serta variable PQW 256 dari 10 words juga
    • Sekarang peripheral input data dari PIW 256 sampai PIW 274 dapat di monitor degan meng klik lambang kaca mata


    Pada table tersebut dapat dilihat peripheral input data sebagai berikut :

    PIW 256 menunjukkan PCA respon dari transfer parameter double word (parameter 351)
    PIW 262 menunjukkan data dari parameter 351 (300)
    PIW 264 menunjukkan FC 300 status word
    PIW 266 menunjukkan actual value
    PIW 268 menunjukkan actual motor current (1,55 A)
    PIW 270 menunjukkan frekuensi (12,6 Hz)
    PIW 272 menunjukkan ststus digital input (terminal 19 = 1)

















    Dikutip dari : www.INFOPLC.net
    Di translate oleh : Teguh, dengan di edit seperlunya tanpa mengurangi makna dan isi
    »»  Baca Selengkapnya...

    Selasa, 02 April 2013

    Apa itu PROFIBUS?


    Profibus adalah sistem komunikasi digital dengan berbagai aplikasi yang luas, khususnya dibidang pabrik dan proses otomatisasi. Profibus cocok untuk kedua keunggulan yaitu, waktu-aplikasi kritis yang cepat dan tugas komunikasi yang kompleks.

    Komunikasi Profibus berlabuh dalam standar internasional IEC 61.158 dan 61.784 IEC. Aspek aplikasi dan engineering ditentukan dalam pedoman umum dari PROFIBUS User Organization (organisasi pengguna profibus). Pengguna ini memenuhi permintaan untuk produsen independensi dan adanya keterbukaan serta  menjamin komunikasi antar perangkat dari berbagai produsen.

    1. Sejarah
        Sejarah PROFIBUS bermula kembali ke proyek usaha asosiasi yang didukung oleh otoritas publik, dan dimulai pada tahun 1987 di Jerman. Dalam kerangka venture ini, 21 perusahaan dan lembaga bergabung dan menciptakan proyek field bus yang strategis. Tujuannya adalah realisasi dan pembentukan fieldbus bit-serial,
    yang mana merupakan kebutuhan dasar standarisasi dari interface perangkat lapangan. Untuk tujuan ini, anggota perusahaan yang relevan dari ZVEI (Pusat Asosiasi Industri Listrik di jerman)   sepakat untuk mendukung sebuah konsep teknis yang sama untuk pabrik dan proses otomatisasi.
    Langkah pertama melihat spesifikasi dari komunikasi kompleks protokol Profibus FMS (Fieldbus message specification), yang mana disesuaikan dengan tuntutan tugas komunikasi. Langkah selanjutnya pada tahun 1993 melihat penyelesaian spesifikasi untuk konfigurasi yang lebih sederhana dan protokol  Profibus DP( Decentralized Periphery)  yang lebih cepat. Protokol ini sekarang tersedia dalam tiga fungsional scalable, yaitu versi DP-V0, DP-V1 dan DP-V2

    2. Posisi pasar
        Membangun dua protokol komunikasi, ditambah dengan pengembangan berbagai aplikasi-berorientasi pada profil dan  kecepatan meningkatnya jumlah perangkat, Profibus mulai menjadi yang terdepan, awalnya
    dalam otomatisasi pabrik dan sejak tahun 1995 dalam otomatisasi proses.Saat ini, PROFIBUS adalah  pemimpin pangsa pasar fieldbus dunia dengan lebih dari  20% dari pasar, hampir 500.000 melengkapi aplikasi dan lebih dari 5 juta node. Saat  ini, ada tersedia lebih dari 2000 produk PROFIBUS dari berbagai produsen.
    .
                                                                  Gb. struktur sistem teknik profibus


    Profibus memiliki desain modular dan menawarkan berbagai teknologi komunikasi, banyak aplikasi dan sistem profil, serta sebagai alat manajemen perangkat. Demikian profibus mencakup beragam dan tuntutan aplikasi yang spesifik dari bidang pabrik dan proses otomatisasi. Banyaknya jumlah profibus yang di install di plant adalah bukti dari tingginya penerimaan teknologi fieldbus ini.


    Dari sudut pandang teknologi komunikasi di tingkat yang lebih rendah dari struktur sistem Profibus (lihat gb di atas) didasarkan pada referensi model ISO/ OSI tersebut.. Ini sengaja memberikan deskripsi abstrak dari
    langkah komunikasi tanpa memberikan rincian isi / implementasi praktis. Gambar di atas berisi penerapan model OSI (lapisan 1, 2 dan 7).
    Di profibus terdapat rincian tentang bagaimana lapisan yang individual dilterapkan / ditentukan. Spesifikasi yang disepakati antara produsen dan pengguna dalam aplikasi perangkat yang spesifik disusun di atas 7 lapis (layer) dalam aplikasi profil I dan II.
    Gb. aplikasi profibus




    PROFIBUS DP (Decentralized Periphery) adalah tujuan utamanya untuk pabrik otomatisasi, hal itu menggunakan teknologi transmisi RS485. Suatu versi protokol komunikasi DP dan satu atau lebih type aplikasi profil dari pabrik otomatisasi, adalah seperti ident Sistem atau Robot / NC.


    PROFIBUS PA  (Process Automation) adalah tujuan utamanya untuk proses otomatisasi, biasanya dengan teknologi transmisi MBP-IS, protokol komunikasi versi DP-V1 dan perangkat profil aplikasi PA.


    MOTION CONTROL dengan PROFIBUS adalah tujuan  utamanya untuk
    Teknologi drive (inverter)  menggunakan teknologi transmisi RS485, protokol komunikasi versi DPV2
    dan profil aplikasi PROFIdrive.


    PROFISAFE adalah tujuan utamanya untuk keamanan (penggunaan universal hampir untuk semua industri), teknologi transmisi menggunakan RS485 atau MBP-IS, salah satu DP tersedia versi untuk komunikasi dan profil aplikasi PROFISAFE.


    3. Teknologi transmisi
        Ada berbagai macam teknologi transmisi yang dapat digunakan untuk profibus:


    RS485 adalah teknologi transmisi yang paling umum digunakan. Itu menggunakan kabel shielded twisted pair  dan memungkinkan tingkat transmisi sampai 12 Mbit / detik.
    Gb. wiring RS485



    RS485-IS adalah teknologi baru yang  baru-baru ini ditetapkan sebagai media 4-kawat di jenis perlindungan EEx-i untuk digunakan dalam area explosion proof. Hal itu dilakukan dengan cara menentukan tingkat tegangan dan arus yang mengacu pada keselamatan yang relevan. Maksimum nilai-nilainya  tidak boleh melebihi baik dalam perangkat individu atau selama interkoneksi dalam sistem.


    Teknologi transmisi MBP (Manchester coded, Bus Powered), tersedia untuk aplikasi dalam proses
    otomatisasi dengan permintaan untuk bus powering dan intrinsik keamanan perangkat.
    Tabel. perbedaan teknologi transmisi



    Transmisi Fiber optik sangat cocok untuk digunakan di daerah dengan gangguan elektromagnetik yang tinggi atau di mana jarak jaringan yang lebih besar (panjang).

                                                                   Gb. type fitur aplikasi profibus




    Gb. Kabel profibus





    Dikutip dari : Katalog profibus siemens, august 2002. Dengan di edit seperlunya tanpa mengurangi makna dan isi.










    »»  Baca Selengkapnya...

    Rabu, 30 Januari 2013

    Jenis - jenis Sensor (Bagian I)



    Dalam kaitannya dengan sistem elektronis, Sensor dan transduser pada dasarnya dapat dipandang sebagai sebuah perangkat atau device yang berfungsi mengubah suatu besaran fisik menjadi besaran listrik, sehingga keluarannya dapat diolah dengan rangkaian listrik atau sistem digital. Berdasarkan variabel yang diindranya, sensor dikatagorikan kedalam dua jenis : sensor Fisika dan sensor Kimia. Sensor Fisika merupakan jenis sensor yang mendeteksi suatu besaran berdasarkan hukum-hukum fisika, yaitu seperti sensor cahaya, suara, gaya, kecepatan, percepatan, maupun sensor suhu.

    Sedangkan jenis sensor kimia merupakan sensor yang mendeteksi jumlah suatu zar kimia dengan jalan mengubah besaran kimia menjadi besaran listrik dimana di dalamnya dilibatkan beberapa reaksi kimia, seperti misalnya pada sensor pH, sensor oksigen, sensor ledakan, serta sensor gas.

    Berikut adalah beberapa jenis sensor yang dapat umum kita jumpai di lapangan:
    1. Sensor Proximity
        Sensor proximity adalah sensor yang mampu mendeteksi keberadaan benda di dekatnya tanpa adanya kontak fisik. Proximity sensor sering memancarkan medan elektromagnetic atau pantulan dari radiasi elektromagnetic. Sensor proximity merupakan sensor atau saklar yang dapat mendeteksi adanya target jenis logam maupun bukan logam dengan tanpa adanya kontak fisik. Yang mendeteksi jenis logam disebut sensor proximity induktif, sedangkan yang mendeteksi bukan logam di sebut proximity kapasitif. Biasanya sensor ini tediri dari alat elektronis solid-state yang terbungkus rapat untuk melindungi dari pengaruh getaran, cairan, kimiawi, dan korosif yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar dibawah ini 
                                                                 Gb. Proximity sensor

    Gb. Contoh koneksi proximity sensor type PNP

    2.Sensor Magnet
        Pada awalnya sensor magnet memungkinkan navigasi atas lautan  dengan merasakan kutub magnet bumi. Penginderaan medan magnet telah sangat diperluas di dunia industri dan telah diadaptasi berbagai sensor magnetik untuk mendeteksi keberadaan, kekuatan, atau arah medan magnetik tidak hanya dari Bumi, tetapi juga dari  magnet permanen, gangguan kendaraan, aktivitas gelombang otak, dan bidang yang dihasilkan dari
    arus listrik . Sensor magnetik dapat mengukur sifat tanpa kontak fisik dan telah menjadi kontrol sistem navigasi.
        Sensor Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap.
    Sebuah sensor medan magnet langsung dapat merasakan medan magnet dari magnet permanen, elektromagnet, atau arus. Dalam merasakan kehadiran benda besi, magnet biasing sering digunakan. Magnet biasing magnetizes feromagnetik obyek seperti gigi gigi, dan sensor mendeteksi medan magnet gabungan dari magnet obyek dan magnet biasing. Sebuah magnet biasing ditempelkan ke sensor dalam posisi sedemikian rupa sehingga pengaruh langsung terhadap sensor minimal. Biasanya magnet biasing adalah
    dipasang di bagian atas sensor dengan sumbu tegak lurus magnet dengan sumbu sensitif dari sensor.

                                                       
                                                   Gb. Contoh aplikasi sensor magnet

    3. Sensor Sinar
         Sensor sinar terdiri dari 3 kategori. Fotovoltaic atau sel solar adalah alat sensor sinar yang mengubah energi sinar langsung menjadi energi listrik, dengan adanya penyinaran cahaya akan menyebabkan pergerakan elektron dan menghasilkan tegangan. Demikian pula dengan Fotokonduktif (fotoresistif) yang akan memberikan perubahan tahanan (resistansi) pada sel-selnya, semakin tinggi intensitas cahaya yang terima, maka akan semakin kecil pula nilai tahanannya. Sedangkan Fotolistrik adalah sensor yang berprinsip
    kerja berdasarkan pantulan karena perubahan posisi/jarak suatu sumber sinar (inframerah atau laser) ataupun target pemantulnya, yang terdiri dari pasangan sumber cahaya dan penerima. Salah satu contoh sederhana dari sensor sinar adalah LDR dan contoh lainnya yang lebih canggih adalah photosensor seperti gambar dibawah ini : 
                                                                       Gb. LDR

    Gb. Photosensor


    4. Sensor Ultrasonik
        Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor ini menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Perbedaan waktu antara gelombang suara dipancarkan dengan ditangkapnya kembali gelombang suara tersebut adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindera diantaranya adalah: objek padat, cair, butiran maupun tekstil.
                                                                     
                                                                  Gb. Ultrasonic sensor

    5. Sensor Tekanan
        Sensor tekanan - sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat, dimana mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Dasar penginderaannya pada perubahan tahanan pengantar (transduser) yang berubah akibat perubahan panjang dan luas penampangnya.
    Strain gauge adalah sebuah contoh transduser pasif yang mengubah pergeseran mekanis menjadi perubahan tahanan. 
    Gb. Strain gauge


    6. Sensor kecepatan
        Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu motor, dimana suatu poros/object yang berputar pada suatui generator akan menghasilkan suatu tegangan yang sebanding dengan kecepatan putaran object. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan sensor yang mengindera pulsa magnetis (induksi) yang timbul saat medan magnetis terjadi.


    Gb. RPM sensor

    7. Sensor Penyandi (encoder)
        Sensor Penyandi (Encoder) digunakan untuk mengubah gerakan linear atau putaran menjadi sinyal digital, dimana sensor putaran memonitor gerakan putar dari suatu alat. Sensor ini biasanya terdiri dari 2 lapis jenis penyandi, yaitu; Pertama, Penyandi rotari tambahan (yang mentransmisikan jumlah tertentu dari pulsa untuk masing-masing putaran) yang akan membangkitkan gelombang kotak pada objek yang diputar. Kedua,
    Penyandi absolut (yang memperlengkapi kode binary tertentu untuk masing-masing posisi sudut) mempunyai cara kerja sang sama dengan perkecualian, lebih banyak atau lebih rapat pulsa gelombang kotak yang dihasilkan sehingga membentuk suatu pengkodean dalam susunan tertentu.
    Gb. Encoder

    8. Sensor Suhu
        Terdapat 4 jenis utama sensor suhu yang umum digunakan, yaitu thermocouple (T/C), resistance temperature detector (RTD), termistor dan IC sensor. Thermocouple pada intinya terdiri dari sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang berfungsi sebagai pembanding.
    Resistance Temperature Detector (RTD) memiliki prinsip dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu.
    Kesebandingan variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian tahanan. Platina adalah bahan yang sering digunakan karena memiliki tahanan suhu, kelinearan, stabilitas
    dan reproduksibilitas. Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC Sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan penginderanya. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear.

    Gb. RTD


    Gb. RTD PT 100

    Gb. Thermocouple

    Gb. IC suhu LM 355















    Dikutip dari : Bahan ajar Sensor dan Transducer, oleh Iwan Setiawan, ST, MT. (dengan diedit seperlunya tanpa mengurangi makna dan isi)



    »»  Baca Selengkapnya...