WELCOME

This is not profesional blog. Just share and learn together. For optimum display please use google chrome browser. Thanks for visiting

Selasa, 16 Oktober 2012

Sistem Kontrol


Kontrol, seperti yang diterapkan untuk mengendalikan sirkuit, adalah istilah yang luas yang berarti apapun dari sistem yang sederhana toggle switch hingga sistem komponen yang kompleks (yang mana termasuk relay, kontaktor, timer, switch, dan lampu indikator). Setiap rangkaian listrik, baik untuk lampu(penerangan) maupun power (instalasi tenaga)  memiliki elemen kontrol. Salah satu contoh dari rangkaian kontrol sederhana adalah tombol lampu yang digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu.
Tentu saja, ada banyak perangkat lain dan sistem peralatan dalam aplikasi industri. Kontrol motor, misalnya,
dapat digunakan untuk start dan stop motor serta untuk melindungi motor, mesin mesin yang terkait, dan juga personil (operator). Selain itu, kontrol motor  juga dapat digunakan untuk membalik putaran, merubah kecepatan motor (speed), joging, sequencing, dan lampu indikator. Sistem kontrol dapat menjadi kompleks, hingga derajat yang tinggi pada sistem otomatis, untuk mengoperasikan mesin yang presisi.

  • Kontrol manual
Sistem kontrol dianggap dioperasikan secara manual ketika seseorang harus memulai tindakan supaya sistem kontrol beroperasi. Untuk contoh, seseorang  harus menekan saklar secara manual  untuk menghidupkan dan mematikan motor.

  • Kontrol Otomatis
Sementara kontrol manual mesin masih umum dipraktekkan, banyak mesin yang start dan stop secara otomatis. Sering ada kombinasi antara kontrol manual dan kontrol otomatis. Sebuah proses mungkin harus start secara manual, tetapi mungkin harus stop secara otomatis.


Unsur-unsur dari rangkaian kontrol mencakup semua peralatan dan perangkat yang mempertimbangkan dengan fungsi sirkuit:  konduktor, relay, kontaktor, lampu pilot, dan perangkat pengaman beban lebih (over current protection). Pemilihan peralatan kontrol untuk aplikasi tertentu memerlukan pemahaman menyeluruh
mengenai karakteristik operasi pengendali  dan tata letak kabel.  Sebuah perangkat kontrol yang tepat harus dipilih dan diintegrasikan ke dalam keseluruhan desain sistem kontrol.

Simbol Kelistrikan
Simbol kelistrikan adalah bahasa telah dikembangkan untuk mentransfer ide-ide dan Informasi. Supaya untuk dapat memahami ide-ide dan informasi yang dikomunikasikan, pemahaman bahasa sangat diperlukan. Bahasa kontrol terdiri dari simbol umum yang digunakan untuk mewakili komponen kontrol.

  • Simbol Kontak
Simbol kontak digunakan untuk menunjukkan jalan terbuka atau tertutup bagi aliran arus listrik. Kontak ditunjukkan sebagai normally open (NO) atau normally close (NC). Kontak yang ditunjukkan oleh simbol ini membutuhkan perangkat lain untuk menjalankan sistem kontrol.
Metode standar untuk menunjukkan sebuah kontak adalah  mengindikasikan kondisi sirkuit dihasilkan ketika perangkat penggerak dalam kondisi de-energized. Misalnya, pada ilustrasi berikut sebuah relay digunakan sebagai perangkat penggerak. Kontak ditampilkan sebagai normally open, artinya kontak terbuka ketika
relay de-energized. Pada rangkain tersebut  tidak ada arus yang mengalir ke lampu dan lampu mati.
  • Contoh aplikasi Kontak NO
Dalam sebuah diagram kontrol atau gambar skema, simbol biasanya tidak ditunjukkan dalam keadaan energized atau dioperasikan. Namun, untuk tujuan penjelasan dalam postingan ini, kontak atau perangkat yang ditunjukkan berlawanan dari  keadaan normal akan disorot. Untuk contoh, dalam ilustrasi berikut sirkuit yang pertama, kontak ditampilkan de-energized. Kontak tersebut ditunjukkan sebagai kontak normally open (NO). Ketika relay energized (diberi energi), kontak tersebut akan menutup (menjadi NC), menyalurkan jalur arus dan menyalakan lampu. Kontak telah disorot untuk menunjukkan kontak yang awalnya terbuka (NO) sekarang menjadi menutup (NC). (Ini bukan gambar simbol yang sah. Hal ini digunakan di sini
hanya untuk tujuan ilustrasi.)

  • Contoh aplikasi Kontak NC

Dalam ilustrasi berikut kontak ditunjukkan sebagai kontak normally close (NC), artinya kontak tertutup ketika relay dalam kondisi de-energized. Pada rangkaian tersebut ada arus yang mengalir ke lampu dan lampu menyala. Ketika relay diberi energi (energized), kontak yang awalnya menutup akan menjadi terbuka dan lampu mati.

  • Simbol Koil
Kumparan digunakan dalam starter elektromagnetik, kontaktor, dan relay. Tujuan kontaktor dan relay adalah untuk membuka dan menutup kontak terkait (associated contact). Huruf Besar(inisial) yang digunakan untuk menunjuk coil, misalnya, "M" sering menunjukkan starter motor dan "CR" menunjukkan relay kontrol. Kontak yang terkait memiliki kesamaan  dalam mengidentifikasi inisial . Kontaktor dan relay menggunakan tindakan elektromagnetik (yang akan dijelaskan kemudian) untuk membuka dan menutup kontak tersebut. Kontak terkait dapat menjadi normally open (NO) atau normally close (NC).

  • Contoh koil dengan menggunakan kontak NO
Dalam contoh berikut, kontak "M"  secara seri dengan motor dikendalikan oleh kumparan kontaktor "M". Ketika seseorang menutup saklar, ada aliran arus yang melalui saklar dan  koil kontaktor "M" . Koil kontaktor "M" akan  actuates kontak "M"  yang kemudian menyediakan power  untuk motor.

  • Simbol Overload Relay
Overload relay digunakan untuk melindungi motor dari overheating akibat kelebihan beban pada mesin, tegangan yang rendah, atau salah satu fase terbuka dalam sistem tiga fase. Ketika arus yang diambil melebihi dari yang telah ditentukan dalam jangka waktu yang telah ditentukan pula, relay akan terbuka dan motor terputus dari sumber power.

  • Simbol Lampu Indikator
Lampu indikator (kadang-kadang disebut sebagai lampu pilot) adalah lampu listrik kecil yang digunakan untuk menunjukkan suatu kondisi tertentu dari sirkuit. Misalnya, lampu merah dapat digunakan untuk menunjukkan motor berjalan. Huruf besar di tengah lampu indikator menunjukkan simbol warna lampu.

  • Simbol lainnya
Selain simbol yang telah dibahas di atas, ada banyak simbol lainnya yang digunakan dalam rangkaian kontrol. Gambar berikut menunjukkan banyak simbol yang umum digunakan.





























  • Singkatan
Dalam hal ini adalah singkatan yang sering digunakan dalam sistem kontrol. Daftar berikut mengidentifikasi singkatan yang umum digunakan :









Di kutip dari : Basic of control component Siemens Technical
Translated by : Teguh E S.
                Dengan di edit seperlunya tanpa mengurangi makna dan isi

»»  Baca Selengkapnya...

Motor Listrik (bag. 1)

Gb. Klasifikasi jenis motor listrik

  • Motor DC
Motor arus searah, sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak langsung/direct unidirectional. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas. Gambar di bawah memperlihatkan sebuah motor DC yang memiliki tiga komponen utama:


􀂃 Kutub medan. 
Secara sederhana digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan. Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis magnetik energi membesar melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan.
Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet. Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur medan.

􀂃 Dinamo. 
Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi elektromagnet. Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo.

􀂃 Commutator. 
Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo. Commutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.

Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur:
􀂃 Tegangan dinamo – meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan
􀂃 Arus medan – menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.

Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya dibatasi untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang seperti peralatan mesin dan rolling mills, sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya. Motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC.

Hubungan antara kecepatan, flux medan dan tegangan dinamo ditunjukkan dalam persamaan :
Jenis jenis Motor DC

  • Motor DC sumber daya terpisah/ Separately Excited
Jika arus medan dipasok dari sumber terpisah maka disebut motor DC sumber daya terpisah/ separately excited.

  • Motor DC sumber daya sendiri/ Self Excited: motor shunt
Pada motor shunt, gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel dengan gulungan dinamo (A) seperti diperlihatkan dalam gambar di bawah. Oleh karena itu total arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.
Gb. Karakteristik Motor DC shunt

Berikut tentang kecepatan motor shunt (E.T.E., 1997):
􀂃 Kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torque tertentu setelah kecepatannya berkurang, lihat Gb. karakteristik motor DC Shunt dan oleh karena itu cocok untuk
penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah, seperti peralatan mesin.
􀂃 Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan seri dengan dinamo (kecepatan berkurang) atau dengan memasang tahanan pada arus medan (kecepatan bertambah).

  • Motor DC daya sendiri: motor seri
Dalam motor seri, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri dengan gulungandinamo (A) seperti ditunjukkan dalam gambar di bawah. Oleh karena itu, arus medan sama dengan arus dinamo. Berikut tentang kecepatan motor seri (Rodwell International Corporation, 1997; L.M. Photonics Ltd, 2002):
􀂃 Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM
􀂃 Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor akan
mempercepat tanpa terkendali.
Gb. Karakteristik Motor Seri

Motor-motor seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal yang tinggi, seperti derek dan alat pengangkat hoist (lihat Gb. karakteristik motor seri).

  • Motor DC Kompon/Gabungan
Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada motor kompon, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan dinamo (A) seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah. Sehingga, motor kompon memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri), makin tinggi pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini. Contoh, penggabungan 40-50% menjadikan motor ini cocok untuk alat pengangkat hoist dan derek, sedangkan motor kompon yang standar (12%) tidak cocok (myElectrical, 2005).
Gb. Karakteristik Motor Kompon DC





Di kutip dari: UNEP (United Nations Environment Programme)
               Dengan editan seperlunya tanpa mengurangi isi dan makna.













»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 15 Oktober 2012

Gerbang Logika


  • Fungsi Logika
Konsep bilangan biner memperlihatkan  bagaimana kuantitas fisik (variabel biner) yang ada di salah satu dari dua state (kondisi) dapat direpresentasikan sebagai 1 atau 0. Sekarang, Anda akan melihat bagaimana
penggabungan dua kondisi atau lebih dari variabel-variabel biner tersebut dapat mengakibatkan kondisi TRUE atau FALSE, yang masing masing diwakili nilai 1 dan 0.
Programmable controllers membuat keputusan berdasarkan hasil dari kondisi logika tersebut.

Operasi dilakukan oleh peralatan digital, misalnya seperti pengendali yang dapat diprogram, didasarkan pada tiga fungsi logika yaitu AND, OR, dan NOT.
Fungsi-fungsi ini menggabungkan variabel biner untuk membentuk pernyataan. Masing-masing fungsi memiliki aturan yang menentukan kondisi yang dihasilkan (TRUE atau FALSE) dan simbol yang mewakilinya tersebut. Untuk artikel ini, hasil dari keluaran kondisi (state) ini disebut output (Y), dan kondisi dari masukan logika disebut input (A dan B). Baik input dan output mewakili dua kondisi variabel, seperti yang dibahas sebelumnya dalam bagian ini.


  • Fungsi AND
Gambar di bawah ini disebut sebagai gerbang AND. Yang digunakan untuk memperlihatkan  fungsi AND. Output AND adalah TRUE (1) hanya jika semua input bernilai 1 (TRUE).


Gambar tiga input gerbang AND

Fungsi AND dapat memiliki jumlah input yang tak terbatas dari, tetapi hanya dapat memiliki satu output. Gambar di bawah menunjukkan dua input gerbang AND dan menghasilkan output Y, didasarkan pada semua kombinasi masukan yang mungkin. Huruf A dan B merupakan masukan ke controller. Ini pemetaan output sesuai dengan inputan yang telah ditetapkan, disebut sebagai tabel kebenaran. Contoh gambar di bawah inimenunjukkan aplikasi dari fungsi AND.
Gambar dua input gerbang AND dan tabel kebenaran

Contoh di bawah memperlihatkan tampilkan gerbang logika, tabel kebenaran, dan representasi sirkuit untuk
alarm yang akan berbunyi jika yang dua input, tombol push PB1 dan PB2, ditekan dua duanya secara bersamaan.

Tabel kebenaran




  • Fungsi OR
Gambar di bawah memperlihatkan fungsi OR, output OR akan TRUE (1) jika salah satu atau lebih input bernilai 1 (TRUE)
Gambar gerbang OR

Seperti dengan fungsi AND, fungsi gerbang OR dapat memiliki jumlah input yang tidak terbatas tetapi hanya mempunyai satu output. Gambar di bawah menunjukkan tabel kebenaran fungsi OR dan output Y yang dihasilkan, didasarkan pada  semua kombinasi masukan yang mungkin. Contoh di bawah menunjukkan penerapan fungsi OR.
Gambar dua input gerbang OR dan tabel kebenaran

Contoh dibawah menampilkan gerbang logika, tabel kebenaran, dan representasi sirkuit untuk alarm yang akan berbunyi jika salah satu dari input ditekan (tombol PB1 dan PB2).
Tabel kebenaran


  • Fungsi NOT
Gambar di bawah ini menggambarkan simbol NOT, yang digunakan secara grafis mewakili fungsi NOT.  Output NOT adalah TRUE (1) jika input-an nya adalah FALSE (0). Sebaliknya, jika input TRUE (1) maka output akan FALSE(0). Hasil dari operasi NOT selalu kebalikan dari input, oleh karena itu, kadang-kadang disebut sebagai pembalik kondisi.
Fungsi NOT, tidak sama seperti fungsi AND dan OR, hanya dapat memiliki satu masukan. Fungsi NOT ini jarang digunakan sendiri, melainkan berhubungan  dengan gerbang AND atau OR. Gambar  di bawah ini menunjukkan operasi NOT dan tabel kebenarannya. Perhatikan bahwa A
dengan garis di atas merupakan NOT A.



 Gambar simbol gerbang NOT

Dua contoh berikut menunjukkan aplikasi dari fungsi NOT.
Contoh 1
Gambar di bawah menampilkan gerbang logika, tabel kebenaran, dan representasi sirkuit untuk solenoid valve (V1) yang akan terbuka (ON) jika switch S1 = ON  dan jika level switch L1 NOT ON (level liquid belum tercapai).

Catatan : Dalam contoh ini, Level switch L1 adalah NO, tetapi menjadi menutup (NC) ketika cairan mencapai limit switch L1. Pada rangkaian ladder membutuhkan tambahan relay kontrol (CR1) untuk
digunakan agar  sinyal L1 bersifat NOT NO. Ketika L1 menutup (ON), CR1 diberi energi, sehingga membuka kontak NC CR1-1 dan menonaktifkan Valve V1. S1 akan  ON ketika sistem operasi diaktifkan.

Contoh 2
Gambar di bawah menampilkan gerbang logika, tabel kebenaran, dan representasi sirkuit untuk alarm
 yang akan berbunyi jika push button PB1 adalah ON (1) dan PB2 NOT 0 (tidak ditekan)

Catatan : Dalam contoh ini, merupakan representasi fisik dari elemen perangkat lapangan yang menandakan fungsi NOT diwakili sebagai NC, atau NOT NO pada switch PB2. Pada bagian representasi logis dari contoh ini, switch push button direpresentasikan sebagai NOT open  oleh simbol NOT.

Dua contoh sebelumnya menunjukkan simbol NOT ditempatkan di input ke gerbang. Simbol NOT yang  ditempatkan di output dari gerbang AND akan negate (meniadakan), atau membalikkan, hasil output normal. Pembalikkan dari gerbang AND disebut gerbang NAND. Gambar di bawah menunjukkan simbol logika dan tabel kebenaran gerbang NAND.
Dua input gerbang NAND dan tabel kebenaran

Prinsip yang sama berlaku jika simbol NOT ditempatkan pada output dari gerbang OR. Output normal ditiadakan (negate), dan fungsi ini disebut sebagai  gerbang NOR. Gambar di bawah menunjukkan simbol NOR dan tabel kebenaran.

Gambar dua input gerbang NOR dan tabel kebenaran







Dikutip dari : Buku Programmable Controllers (second edition)
Karangan     : L.A Bryan dan E.A Bryan
Translated by: Teguh E S.(dengan editan seperlunya tanpa mengurangi isi)






























»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 10 Oktober 2012

Istilah dalam PLC


Istilah PLC merupakan hal yang umum digunakan, banyak yang unik untuk istilah PLC. Agar dapat memahami istilah dan konsep PLC, pemahaman dari ketentuan ini diperlukan.


  • Sensor
Sensor adalah sebuah peralatan yang mengubah kondisi fisik menjadi sinyal listrik untuk digunakan oleh PLC. Sensor yang terhubung ke masukan dari PLC. Sebuah tombol tekan (pushbutton) adalah salah satu contoh sensor yang terhubung ke input PLC. Sinyal listrik yang dikirim dari pushbutton ke PLC menunjukkan kondisi (terbuka /tertutup) dari pushbutton tersebut.
  • Aktuator
Aktuator mengkonversi (mengubah) sinyal listrik dari PLC menjadi kondisi fisik. Aktuator terhubung dari output PLC. Motor starter  atau biasa di sebut magnetic kontaktor adalah salah satu contoh dari aktuator yang terhubung dari output PLC. Tergantung dari sinyal output PLC, apakah motor starter  akan START  atau akan STOP motor.
  • Discrete Input
Discrete input juga disebut sebagai input digital, merupakan masukan yang berupa kondisi ON atau OFF. Pushbuttons, toggle switch, limit switch, dan proximity switch adalah contoh dari sensor diskrit yang dihubungkan ke PLC.. Dalam kondisi ON  masukan diskrit dapat disebut sebagai logika 1 atau logika tinggi.  Dan kondisi OFF input diskrit dapat disebut sebagai logika 0 atau logika rendah
.
Kontak NO push button  digunakan dalam contoh dibawah berikut.. Satu kontak pushbutton terhubung inputan PLC yang pertama. Sedangkan sisi lain dari pushbutton  terhubung ke internal  24 VDC power supply. Banyak PLC memerlukan power supply terpisah untuk daya masukan. Dalam keadaan terbuka, tidak ada tegangan masuk pada inputan PLC, ini adalah kondisi OFF. Ketika pushbutton ditekan, tegangan 24 VDC masuk ke inputan PLC, ini adalah kondisi ON.

  • Analog Input
Input analog adalah sinyal yang mempunyai variabel terus menerus (continous). Type signal input analog dapat bervariasi dari 0 sampai 20 milliamps, 4 sampai 20 milliamps, atau 0 sampai 10 volt. Dalam contoh berikut, level transmitter memonitor tingkat ketinggian cairan  yang ada dalam dalam tangki. Tergantung dari level transmitter, sinyal yang ke PLC dapat meningkat atau menurun seperti tingkat ketinggian cairan yang ada pada tanki tersebut  apakah meningkat atau menurun.

  • Discrete Output 
Discrete output  adalah output yang berupa kondisi ON atau OFF .Solenoid valve, koil kontaktor, dan lampu adalah contoh perangkat aktuator terhubung ke output diskrit. Selain discrete output juga dapat disebut sebagai output digital. Dalam contoh berikut, lampu bisa dihidupkan atau dimatikan oleh PLC.

  • Analog Output
Analog output adalah sinyal yang mempunyai variabel terus menerus. Outputnya mungkin sederhana yaitu ​​0-10 VDC yang men- drive  analog meter. Contoh output analog meter adalah kecepatan, berat badan, dan suhu. Sinyal output juga dapat digunakan pada  aplikasi yang lebih kompleks seperti transduser arus ke-pneumatik yang mengontrol udara yang dioperasikan flow control valve.

  • CPU
Central Processor Unit (CPU) adalah sistem mikroprosesor yang berisi sistem memori dan pengambilan keputusan pada PLC. CPU memonitor input dan membuat keputusan berdasarkan instruksi yang ada di memori program. CPU bertindak sebagai relay, counter, timer , compare data, dan sequence operasi (operasi berurutan).

  • Programming
Suatu program terdiri dari satu atau lebih instruksi untuk menjalankan tugas yang diinginkan. Ada beberapa cara untuk melakukan (membuat) program tersebut yaitu dengan ladder logic, STL (statement list), atau function block diagram (FBD).

  • Ladder Logic
Garis vertikal kiri dari ladder logic merupakan representasi (mewakili) sebagai penghantar fasa (positif). Garis vertical sebelah kanan merupakan reperesentasi (mewakili) penghantar nol (negatif). Program dibuat melalui garis horisontal dari ke kiri dan mempunyai output di kanan. Ladder logic dibaca dari kiri-ke-kanan, atas-ke-bawah. Anak tangga yang kadang-kadang disebut sebagai jaringan. Sebuah jaringan mungkin memiliki beberapa elemen kontrol, tetapi hanya mempunyai 1 coil output.

Dalam program contoh tersebut di atas ditunjukkan I0.0, I0.1 dan Q0.0 merupakan kombinasi instruksi pertama. Jika input I0.0 dan I0.1 diberi power , output relay Q0.0 energized (aktif). Masukan bisa
berupa switch, pushbuttons, dll.. I0.4, I0.5, dan Q1.1 merupakan kombinasi instruksi kedua. Jika salah satu
masukan I0.4 atau I0.5 diberi power, output relay Q0.1 ON (energized)

  • Statement List (STL)
Statement List (STL) memberikan pandangan lain dari instruksi pemograman. Operasi, apa yang harus dilakukan, ditunjukkan pada sebelah kiri . Sedangkan operasi, item yang akan dioperasikan,
ditampilkan di sebelah kanan. Sebuah perbandingan antara statement list yang ditampilkan di bawah ini, dan ladder logic ditampilkan pada  contoh sebelumnya, memperlihatkan struktur operasi (cara kerja) yang mirip.  Instruksi dalam statemen list melakukan tugas yang sama seperti ladder logic.

  • Function Block Diagram (FBD)
Function block diagram (FBD) memberikan pandangan lain dari instruksi pemograman PLC. Fungsi masing-masing memiliki nama untuk menunjuk tugas yang spesifik. Fungsi yang ditunjukkan oleh kotak persegi panjang. Masukan ditampilkan di sisi kiri persegi panjang dan output yang ditampilkan pada
sisi kanan. Diagram blok fungsi yang ditampilkan di bawah ini melakukan fungsi yang sama seperti yang ditunjukkan oleh diagram tangga dan statement list pada contoh sebelumnya.



  • PLC Scan


Program PLC dijalankan sebagai bagian dari proses berulang yang disebut sebagai scan. Scan PLC dimulai dengan pembacaan CPU status input. Program aplikasi dijalankan dengan menggunakan status input. Setelah program selesai, CPU melakukan diagnosa internal dan tugas komunikasi.Siklus scan  berakhir dengan memperbarui output, kemudian berakhir.Waktu siklus tergantung pada ukuran program, jumlahI / O, dan jumlah komunikasi  yang diperlukan.



  • Software 
Software adalah informasi apapun dalam bentuk yang komputer atau PLC yang dapat digunakan. Software termasuk instruksi atau program yang
langsung ke hardware.

  • Hardware 
Hardware adalah peralatan PLC yang sebenarnya, perangkat pemograman, dan kabel penghubung adalah contoh dari hardware.












Dikutip dari  : Instruction manual PLC Siemens
Translated by :  Teguh E S.





.

















»»  Baca Selengkapnya...