WELCOME

This is not profesional blog. Just share and learn together. For optimum display please use google chrome browser. Thanks for visiting

Jumat, 19 Oktober 2012

Dasar Perencanaan Pekerjaan Automation


Postingan  ini menguraikan tugas-tugas dasar yang terlibat dalam perencanaan sebuah proyek otomatisasi untuk (PLC). Berdasarkan contoh mengotomatisasi proses pencampuran industri, kita akan dipandu langkah demi langkah.

Ada banyak cara untuk merencanakan proyek otomatisasi, tetapi disini kita menggunakan satu contoh yaitu otomatisasi untuk mesin pencampur bahan. Prosedur dasar yang dapat Anda gunakan untuk setiap proyek diilustrasikan dalam gambar berikut.

  • Membagi proses ke dalam suatu task dan area
Sebuah proses otomasi terdiri dari sejumlah tugas individu (individual task). Dengan mengidentifikasi kelompok tugas terkait dalam proses dan kemudian mengelompokkan  ke dalam tugas yang lebih kecil, akan membuat menjadi lebih sederhana bahkan proses yang paling rumitpun dapat didefinisikan.

Contoh berikut adalah proses pencampuran industri dapat digunakan untuk menggambarkan bagaimana mengatur proses ke fungsional area dan tugas individu:

Setelah mendefinisikan proses yang akan dikendalikan, kemudian membagi proyek menjadi grup atau area yang terkait.

Masing masing kelompok dibagi menjadi tugas yang lebih kecil, pembagian tugas tugas itu diperlukan agar supaya proses tidak terlihat terlalu  rumit.

Dalam contoh  proses pencampuran industri kita dapat mengidentifikasi empat bidang yang berbeda (lihat tabel di bawah). Dalam contoh ini, daerah (area) untuk ingredients A berisi peralatan yang sama dengan daerah untuk ingredients B.


  • Mendeskripsikan Fungsi dari masing masing Area
Seperti yang disebutkan  di masing-masing area dan tugas dalam proses, Anda tidak hanya mendefinisikan operasi masing-masing area, tetapi juga berbagai elemen yang mengendalikan area tersebut termasuk:

           1.Listrik, mekanik, dan  input dan output logic untuk setiap tugas

           2. Interlocks dan dependensi antara tugas individu.

Proses blending sampel industri menggunakan pompa, motor, dan valve. Ini harus dijelaskan secara tepat untuk mengidentifikasi karakteristik operasi dan jenis Interlocks yang diperlukan selama operasi. Tabel berikut ini memberikan contoh deskripsi dari peralatan yang digunakan dalam proses pencampuran industri. (tabel sengaja di tampilkan dalam bentuk aslinya yaitu bahasa inggris supaya tidak terjadi perbedaan makna  yang di maksud-penulis).






  • Membuat Daftar IO
Setelah menulis deskripsi fisik setiap perangkat yang akan dikendalikan, tahap selanjutnya yaitu membuat daftar input dan output untuk setiap perangkat atau task area.
Diagram ini berhubungan dengan logic block yang akan di program.

  • Membuat diagram IO untuk Motor
Dua feed pump dan satu agitator digunakan untuk contoh proses pencampuran industri. Setiap motor dikendalikan oleh "blok motor" sendiri yang sama untuk semua tiga perangkat motor. Blok ini membutuhkan enam input: dua untuk start atau stop motor, satu untuk mereset tampilan pemeliharaan (maintenance), satu untuk sinyal respon motor (feed back motor run atau tidak), satu untuk timer sinyal respon yang harus diterima, dan satu untuk jumlah timer yang digunakan untuk pewaktu.

Blok logika juga memerlukan empat output: dua untuk menunjukkan status pengoperasian motor, satu untuk menunjukkan kesalahan (error), dan satu untuk menunjukkan bahwa motor memerlukan untuk di maintain.

Sebuah in / out juga diperlukan untuk mengaktifkan motor. Hal ini digunakan untuk mengendalikan motor tetapi pada saat yang sama juga untuk edit dan memodifikasi  program  "blok motor."



  • Membuat diagram IO untuk valves
Setiap valve dikendalikan oleh  "blok valve" nya sendiri yang sama untuk semua valve  yang digunakan. Blok logika memiliki dua masukan: satu untuk membuka valve dan satu untuk menutup valve. Di samping itu juga memiliki dua output: satu untuk menunjukkan bahwa valve telah terbuka dan yang lain untuk menunjukkan bahwa valve telah tertutup.

Blok ini memiliki in / out untuk mengaktifkan valve. Hal ini digunakan untuk mengontrol valve tetapi pada saat yang sama juga untuk edit dan modifikasi  program "blok valve."

  •  Menggambarkan Tampilan Operator yang di Perlukan
Setiap proses membutuhkan antarmuka operator yang memungkinkan  seseorang mengendalikan dalam proses. Bagian dari spesifikasi desain meliputi desain konsol operator.

Konsol juga termasuk lampu indikator untuk perangkat yang memerlukan maintenance dan emergency stop supaya proses tersebut dapat segera dihentikan. Konsol juga memiliki tombol reset untuk pemeliharaan tiga motor. 

  • Membuat Diagram Konfigurasi
Setelah Anda telah mendokumentasikan persyaratan desain, maka Anda harus menentukan jenis peralatan kontrol yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.

Dengan menentukan modul yang akan  di gunakan, Anda juga menentukan struktur pengontrol yang dapat diprogram. Buat diagram konfigurasi menentukan aspek-aspek berikut:

Jenis CPU

Jumlah dan jenis I / O modul

Konfigurasi input dan output fisik

Gambar berikut mengilustrasikan contoh dari konfigurasi S7 untuk proses pencampuran industri.









Di kutip dari  : Instruction PLC Siemens
Translated by  : Teguh E S.
                 (dengan editan seperlunya tanpa mengurangi makna dan isi) 












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar