WELCOME

This is not profesional blog. Just share and learn together. For optimum display please use google chrome browser. Thanks for visiting

Kamis, 04 Oktober 2012

Rangkaian Kontrol Listrik



  1.  Pengertian Kontrol Listrik 

Mesin  listrik  modern  terdiri  dari  tiga  bagian  terpisah  yang
perlu untuk diketahui. Pertama mesin  itu  sendiri, yang dirancang
untuk  melakukan  pekerjaan  tertentu  sesuai  dengan  yang
dikehendaki.  Kedua  adalah  motor  listrik,  yang  dipilih  sesuai
dengan  kapasitas mesin. Dan  yang  ketiga  adalah  sistem  kontrol
atau  pengendalinya.  Sebuah  sistem  kontrol  dirancang  untuk
mengoperasikan  motor  dan  mesin.  Bila  suatu  mesin  hanya
memerlukan untuk  start, berputar untuk beberapa saat, kemudian
stop, kontrol yang dibutuhkan cukup hanya dengan menggunakan
saklar toggle. Akan tetapi bila suatu mesin memerlukan  beberapa
pengoperasian otomatis, seperti run beberapa saat, kemudian stop
sebentar dan lalu run lagi (cycle nya berulang), rangkaian kontrol
yang dibutuhkan adalah menggunakan  sebuah  rangkaian   kontrol
yang terintegrasi.
Kata kontrol berarti mengendalikan atau mengatur, jadi ketika
kita  bicara  tentang  kontrol  motor  atau  mesin,  kita  membahas
mengenai  pengendalian  dan  pengaturan  fungsi  dari  motor  atau
mesin  tersebut.  Ketika  diaplikasikan  pada  motor,  kontrol  listrik
 melakukan  beberapa  fungsi  seperti  starting,  pengatur  kecepatan,
sistem proteksi, putar balik dan stoping.
Berbagai  perlengkapan  yang  dipergunakan  untuk
mengendalikan fungsi motor listrik tersebut disebut sistem kontrol
atau  kontrol  komponen. Masing-masing  type  kontrol  komponen
tersebut akan dibahas kemudian seperti dibawah ini :


  • Kontrol Manual 

Manual  kontrol  hanya  mempunyai  pengendalian    yang
dilakukan  oleh  tangan,  contohnya  seperti  gambar  dibawah  ini
.    Barangkali  kontrol  tersebut  paling  banyak  kita
jumpai pada pengendali motor dengan daya yang rendah. Kontrol
ini  sering digunakan   ketika hanya mengendalikan    fungsi motor
untuk start dan stop saja.
Ini  adalah  contoh  sederhana  dari  kontrol  manual.  Pastinya 
banyak  kekurangan  dari  pengontrolan  secara  manual  ini,  akan 
tetapi  ada  hal  yang  membuat  sistem  ini  masih  digunakan  yaitu 
sistem  ini    mempunyai  sedikit  permasalahan  kerusakan  karena 
tidak  adanya  instrument  lain  untuk  fungsi  kontrol  automation, 
disamping  itu  biaya  untuk  pembuatan  kontrol  seperti  ini  sangat 
murah  dibanding  sistem  kontrol  lainnya.  Sebuah  kontrol manual 
hanya  memerlukan  seorang  operator  untuk  memindah  toggle 
switch  atau  menekan  pushbutton  untuk  mengoperasikan  atau 
mematikan mesin. 

  • Kontrol Semiautomatis 

Kontrol  semiautomatis  menggunakan  saklar  magnetik  dan 
beberapa  perangkat  lainnya  seperti  pushbutton,  saklar  toggle, 
drum  switches  dan  perangkat  serupa  lainnya.  Akan  tetapi  yang 
sering  digunakan  adalah  pushbutton  karena  sangat  compact  dan 
relative murah, contohnya seperti gambar 2.2. 
Kontrol  semiautomatis  yang  paling  utama  digunakan  karena 
memberikan keluwesan, praktis  serta  aman dibandingkan dengan 
kontrol  manual.  Sebuah  sistem  kontrol  yang  mempergunakan 
perangkat saklar magnetik dikategorikan ke dalam sistem kontrol 
automatis. Dalam  type  pengontrolan  seperti  ini  penyaluran  daya 
listrik  ke  beban  tidak  dilakukan  langsung  secara  manual, 
melainkan  menggunakan  magnetik  kontaktor.  Operator  hanya 
menekan  tombol  pushbutton  sebagai  rangkaian  kontrolnya, 
kemudian  saklar magnetik  atau biasa disebut magnetik kontaktor 
akan on dan menyalurkan daya  listrik ke beban melalui kontak  - 
kontaknya.  
Sebagai  sistem  proteksi  biasanya  adalah  dengan 
menggunakan  thermal  overload,  yang  cara  kerjanya  adalah 
apabila  arus  yang  melewati  overload  tersebut  melebihi  batas 
penyetingan  maka  akan  trip  dan  memutus  aliran  arus  listrik  ke 
beban.  Dengan  demikian  tingkat  keamanan  dari  bahaya  listrik 
bagi orang dan peralatan itu sendiri lebih terjamin.

  • Kontrol Automatis 

Dalam  bentuk  yang  paling  sederhana,  sebuah  kontrol 
automatis  adalah magnetic  starter  atau  kontaktor  yang  dikontrol 
(dikendalikan)  oleh  satu  atau  lebih  perangkat  switch  otomatis 
seperti  limit  switch,  proximity  switch,  timer  dan  lain  –  lain. 
Perangkat  switch  otomatis  tersebut  adalah  sebagai  sumber 
informasi untuk mengendalikan sistem rangkaian.  
Sebagai contoh thermostat, level switch, pressure switch atau 
flow  switch  dapat  digunakan  untuk  menyediakan  informasi 
variable  process  pengontrolan.  Temperature,  liquid  level, 
pressure dan flow switch adalah beberapa contoh variable process 
untuk  mengontrol  magnetic  starter  atau  kontaktor  dan  tentunya 
motor  listrik. Gambar  2.3  di  bawah  ini  adalah  contoh  sederhana 
dari kontrol automatis.
Dalam kontrol automatis, dikenal istilah  kontrol loop tertutup 
dan  kontrol  loop  terbuka.  Kontrol  loop  terbuka  masih 
menggunakan  sistem  kontrol  manual  dimana  seorang  operator
 memberikan keputusan, seperti kapan motor akan start dan kapan 
motor  akan  stop,  sebagai  contoh  masih  menggunakan  switch 
untuk  melakukan  perintah  motor  start  dan  stop.  Kontrol  loop 
tertutup  dicontohkan  oleh  kontrol  level  switch  untuk  mengatur 
liquid (cairan ) dalam tank. 
Gambar blok diagram dari loop tertutup dapat dilihat pada gambar 
2.4 dibawah ini :
Dalam sistem  loop  tertutup, seperti yang di  ilustrasikan pada 
gambar  2.4  tersebut,  dapat  kita  lihat  feedback  (umpan  balik) 
informasi mengenai  proses  parameter  (sebagai  contohnya  adalah levelnya),  
dan  perbandingan  informasi  menggunakan  reference 
(untuk mengatur  level  liquid yang diinginkan),  sebuah keputusan 
dapat  dilakukan  oleh  error  detector  dengan  maksud  ketika 
controlling  means  (magnetic  starter  dan  motor)  harus  di  start 
untuk menaikkan  level  liquid  dalam  tanki. Dalam  sebuah  sistem 
kontrol loop tertutup, dapat diketahui dengan jelas melalui proses 
kontrol  itu  sendiri  dengan  adanya  feedback  (umpan  balik)    dari 
kondisi pengontrolan tersebut.  
Perbedaan dasar antara kontrol manual, kontrol semiautomatis 
dan  kontrol  automatis  adalah  terletak  pada  tingkat  flexibilitinya. 
Pada  kontrol  manual,  operator  harus  melakukan  pengoperasian 
mesin (motor listrik) secara langsung dengan tangan dalam hal ini 
maksudnya adalah menyalurkan  tenaga listrik ke beban.  Dengan 
kontrol semiautomatis dimana tidak memerlukan seorang operator 
untuk  langsung menyalurkan  tenaga  listrik  ke  beban, melainkan 
sistem  kendalinya  dapat  ditempatkan  pada  lokasi  yang  nyaman 
sesuai  dengan  yang  kita  kehendaki.  Dalam  kontrol  automatis, 
operator  tidak  perlu  banyak  melakukan  apapun  untuk 
mengoperasikan mesin,  karena  sistem  input  perintah-perintahnya 
telah dilakukan oleh kendali otomatis.  
Pada  industri  pabrik modern  sebuah  kontrol  automatis  yang 
digunakan, seorang operator hanya perlu melakukan starting awal 
dan stop, untuk kemudian mesin akan beroperasi secara otomatis.  
Pengoperasian mesin otomatis bergantung pada proses pembuatan 
dan  fungsi  dari  mesin  tersebut,  atau  kombinasi  dari  keduanya. 
Sebuah  sistem  kontrol  automatis  pada  industri  memerlukan 
kontrol  komponen  yang  terintegrasi.  Sebuah  kontrol  automation 
 pada  industri  terdiri  dari  sistem  elektrikal,  elektronik,  fluida, 
hydraulik, dan perangkat pneumatik.  Sebuah sistem kontrol yang 
terintegrasi memanfaatkan berbagai variasi yang  luas dari sebuah 
perangkat  analog dan digital  elements  serta menggabungkan dari 
berbagai fungsi modul sesuai dengan yang dipersyaratkan. 














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar