WELCOME

This is not profesional blog. Just share and learn together. For optimum display please use google chrome browser. Thanks for visiting

Sabtu, 06 Oktober 2012

Teknik Penerangan




1.      Pengantar
Cahaya merupakan energi berbentuk gelombang elektro magnetic yang bisa di lihat dengan mata. Kecepatan rambat gelombang cahaya di ruang bebas adalah 3 x 105  Km  per detik atau detailnya adalah 299.792.458 meter per detik.Matahari adalah sumber utama cahaya di bumi. Sifat-sifat cahaya ialah, cahaya bergerak lurus ke semua arah. Buktinya adalah kita dapat melihat sebuah lampu yang menyala dari segala penjuru dalam sebuah ruang gelap. Apabila cahaya terhalang, bayangan yang dihasilkan disebabkan cahaya yang bergerak lurus tidak dapat berbelok. Namun cahaya dapat dipantulkan .

Warna warna dalam cahaya putih dapat di uraikan menjadi beberapa warna seperti yang terlihat pada gambar

Panjang gelombang cahaya yang tampak oleh mata kita berkisar anatara 380-780 mµ ( mili micron). Mata manusia paling peka akan cahaya pada panjanag gelombang 555 mµ, yaitu cahaya berwarna kuning hijau. Warna-warna dalam cahaya putih matahari dapat dipecahkan dengan menggunakan prisma menjadi jalur warna. Jalur warna ini dikenal sebagai spektrum .
Pelangi adalah contoh spectrum secara alamiah. Pelangi terbentuk selepas hujan, ketika cahaya matahari dibiaskan oleh tetesan air hujan. Tetesan air itu hujan bertindak sebagai prisma yang menguraikan cahaya matahari menjadi tujuh warna.                                                     
Sesungguhnya panjang gelombang yang berbeda beda di interpretasikan oleh otak manusia sebagai warna, dengan merah adalah panjang gelombang paling panjang ( frekuensi paling rendah) hingga ke ungu panjang gelombang terpendek( frekuensi paling tinggi )

Rumus kecepatan-cahaya

v = λf,
Dimana λ adalah panjang gelombang, f adalah frekuensi, v adalah kecepatan cahaya. Kalau cahaya bergerak di dalam vakum, jadi v = c, jadi
c = λf,
di mana c adalah laju cahaya. Kita boleh menerangkan v sebagai


di mana n adalah konstan (indeks biasan) yang mana adalah sifat material yang dilalui oleh cahaya.
2.      Satuan-satuan
Berikut adalah satuan satuan yang di gunakan untuk mengukur cahaya :
*         tingkat keterangan (atau suhu)
*         iluminasi(SI unit: lux)
*         flux luminasi (SI unit: lumen)
*         intensitas luminasi (SI unit: candela)
Intensitas cahaya atau intensitas luminasi adalah jumlah energi radiasi yang di pancarkan sebagai cahaya ke suatu jurusan tertentu. Atau dengan kata lain intensitas cahaya ialah flux cahaya per satuan sudut ruang yang di pancarkan ke suatu arah tertentu. Satuannya adalah Candela dan simbolnya adalah I

Fluk cahaya  adalah seluruh jumlah cahaya yang di pancarkan dalam 1 detik. Satuannya lumen dan simbolnya adalah Φ
Intensitas penerangan atau iluminasi di suatu bidang adalah  flux cahaya yang jatuh pada 1 m2 dari bidang itu. Luminasi satuannya lux dan simbolnya E, 1 lux = 1 lumen per m2. Dengan demikian bisa di dapatkan rumus
                      Φ
E rata-rata = ------
                      A
Misalkan  ruangan 10 m2 di terangi 1000 lumen maka intensitas peneranganya adalah
                      Φ               1000
E rata-rata = ------        =   --------        =   10 lux
                      A                    10
Luminasi ialah suatu ukuran terang untuk ukuran suatu benda. Luminasi yang terlalu besar  akan menyilaukan mata , seperti misalnya  sebuah lampu pijar tanpa armature. Perhitungan luminasi dapat di jabarkan dengan rumus :
                             I                                        di mana  L = luminasi (cd/cm2)
 L = -------                                                  I = intensitas cahaya (cd)
                           As                                                     As = luas semu permukaan (cm2)  
3.      Sistem penerangan dan Armatur
Penyebaran cahaya dari suatu sumber cahaya tergantung pada konstruksi sumber cahaya itu sendiri dan pada konstruksi armature yang di gunakan. Armatur penting artinya dalam instalasi penerangan sebab armature dapat di pakai sebagai pengarah sekaligus pembagi cahaya sesuai dengan kebutuhan.
Berdasarkan  pembagian flux cahayanya oleh sumber cahaya dan armature yang di gunakan dapat di bedakan system penerangan di bawah ini :
a). Penerangan langsung                                          90-100%
b). Terutama penerangan langsung                          60-90%
c).Campuran atau penerangan baur (diffus)              40-60%
d).Terutama penerangan tak langsung                     10-40%
e)Penerangan tak langsung                                      0-10%
Bagian flux cahaya yang di serap oleh suatu permukaan di tentukan oleh factor Absorpsi, simbolnya (a) =
                     Flux cahaya yang di serap
a =  -------------------------------------------
          Flux cahaya yang mengenai permukaan
Dalam sistem cahaya di kenal Refleksi yaitu sinar sinar cahaya sejajar yang mengenai suatu permukaan, bila di pantulkan secara sejajar di sebut refleksi teratur atau refleksi cermin. Bila di pantulkan tersebar ke semua jurusan di sebut refleksi difus. Serta ada istilah lain seperti refleksi campuran dan refleksi terpencar.
Bahan bahan tembus cahay, seperti berbagai jenis kaca, seluloida dan sebagainya, akan memantulkan atau menyerap hanya sebagaian saja dari cahaya yang mengenainya. Sebagian besar dari cahaya itu dapat menembus bahan bahan tersebut, inilah yang di maksud sebagai Transmisi.
Bila cahaya yang mengenai suatu permukaan di pantulkan tanpa perubahan warna, maka terjadilah refleksi netral. Jika permukaan berwarna merah di sinari dengan cahaya putih, maka cahaya yang di pantulkan akan menimbulkan kesan warna merah, inilah yang di maksud dengan refleksi selektif.
Transmisi netral hamper sama dengan refleksi netral  yaitu suatu bahan dapat di tembus cahaya , dan warna cahayanya hampir tidak berubah sama sekali. Contoh seperti cahaya putih yang menembus kaca jendela yang berwarna bening.
Sedangkan Transmisi selektif adalah suatu bahan yang dapat di tembus cahaya, tapi warna cahayanya masih menimbulkan kesan warna sesuai dengan warna bahan yang di tembus. Contohnya adalah Cahay putih yang menembus kaca berwarna merah maka hasil dari cahaya tersebut adalah merah.





Dikutip dari :     - Buku Instalasi Arus kuat II oleh P.Van Harten
                                 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar